pengunjung
Pengikut
Pages
Diberdayakan oleh Blogger.
Arsip Blog
-
►
2013
(3)
- ► 10 Mar - 17 Mar (3)
-
▼
2012
(49)
- ► 25 Mar - 1 Apr (3)
- ► 18 Mar - 25 Mar (10)
-
▼
11 Mar - 18 Mar
(23)
- Vacuum Pumps ( Pompa vakum)
- Gyroscope, Alat bantu penyeimbang grafitasi
- PENEMUAN KONSEP DIFRAKSI DAN INTERFERENSI
- PENEMUAN KONSEP HUKUM GRAVITASI UMUM NEWTON
- Konsep Gravitasi Sebelum Newton
- PENEMUAN HUKUM BOYLE
- Robert Boyle
- Sejarah perkembangan ilmu fisika
- Penemuan Hukum Kepler
- JOHANNES KEPLER
- Descartes ( 1596 M – 1661 M )
- Galileo ( 1564 M - 1642 M)
- Isaac Newton
- Joseph-Louis Lagrange ( 1736 M – 1813 M )
- Hamilton
- Leonhard Euler ( 1707 M – 1783 M )
- Daniel Bernoulli (1700 M – 1780 M)
- Blaise Pascal ( 1623 M -1662 M )
- Otto von Guericke ( 1602 M – 1686 M)
- Torricelli (1608 M – 1647 M) dan Evangelista Torr...
- Eratoshenes (273 – 192 SM)
- Aristoteles ( 384-332 SM )
- Sejarah Fisika dalam mekanika
- ► 4 Mar - 11 Mar (12)
- ► 26 Feb - 4 Mar (1)
Entri Populer
-
Pemantulan dan pembiasan berdasarkan teori Huygens Penurunan hukum pemantulan berdasarkan Prinsip Huygens Menurut pr...
-
METODE ILMIAH a. Perencanaan Percobaan Pada tahun 1803, Thomas Young mengajukan pertanyaan mengenai sifat dasar cahaya. Ia menggunakan ...
-
Konsep Gravitasi Saat Newton 1. Penemuan Konsep Hukum Gravitasi Newton Suatu Pagi di bawah langit yang cerah, Newton melihat ...
-
METODE ILMIAH Perencanaan Percobaan Percobaan ini dilakukan dengan menggunakan silinder (tabung) raksa ...
Senin, 12 Maret 2012
Galileo ( 1564 M - 1642 M)
Share
Ilmuwan Itali besar ini mungkin lebih bertanggung jawab terhadap perkembangan metode ilmiah dari siapa pun juga. Galileo lahir di Pisa, tahun 1564. Selagi muda belajar di Universitas Pisa tetapi mandek karena urusan keuangan. Meski begitu tahun 1589 dia mampu dapat posisi pengajar di universitas itu. Beberapa tahun kemudian dia bergabung dengan Universitas Padua dan menetap di sana hingga tahun 1610. Dalam masa inilah dia menciptakan tumpukan penemuan-penemuan ilmiah.
Aristoteles mengajarkan, benda yang lebih berat jatuh lebih cepat
ketimbang benda yang lebih ringan, dan bergenerasi-generasi kaum cerdik pandai menelan pendapat filosof Yunani yang besar pengaruh ini. Tetapi, Galileo memutuskan mencoba dulu benar-tidaknya, dan lewat serentetan eksperimen dia berkesimpulan bahwa Aristoteles keliru. Yang benar adalah, baik benda berat maupun ringan jatuh pada kecepatan yang sama kecuali sampai batas mereka berkurang kecepatannya akibat pergeseran udara. Aristoteles mengajarkan, benda yang lebih berat jatuh lebih cepat ketimbang benda yang lebih enteng, dan bergenerasi-generasi kaum cerdik pandai menelan pendapat filosof Yunani yang besar pengaruh ini. Tetapi, Galileo memutuskan mencoba dulu benar-tidaknya, dan lewat serentetan eksperimen dia berkesimpulan bahwa Aristoteles keliru. Yang benar adalah, baik benda berat maupun enteng jatuh pada kecepatan yang sama kecuali sampai batas mereka berkurang kecepatannya akibat pergeseran udara. Galileo melakukan eksperimen ini di menara Pisa (Kebetulan, kebiasaan Galileo melakukan percobaan melempar benda dari menara Pisa tampaknya tanpa sadar). Pada satu sisi benda ringan akan menghambat benda berat dan benda berat akan mempercepat benda ringan, dan karena itu kombinasi tersebut akan bergerak pada suatu laju pertengahan. Di lain pihak benda-benda yang dipadu bahkan akan membentuk benda yang lebih berat, yang karena itu harus bergerak lebih cepat dari pada yang pertama atau salah satunya. Mengetahui hal ini, Galileo mengambil langkah-langkah lebih lanjut. Dengan hati-hati dia mengukur jarak jatuhnya benda pada saat yang ditentukan dan mendapat bukti bahwa jarak yang dilalui oleh benda yang jatuh adalah berbanding seimbang dengan jumlah detik kwadrat jatuhnya benda. Penemuan ini (yang berarti penyeragaman percepatan) memiliki arti penting tersendiri. Bahkan lebih penting lagi Galileo berkemampuan menghimpun hasil penemuannya dengan formula matematik.
Sumbangan besar Galileo lainnya ialah penemuannya mengenai hukum kelembaman (inersia). Sebelumnya, orang percaya bahwa benda bergerak dengan sendirinya cenderung menjadi makin pelan dan sepenuhnya berhenti kalau saja tidak ada tenaga yang menambah kekuatan agar terus bergerak. Tetapi percobaan-percobaan Galileo membuktikan bahwa anggapan itu keliru. Bilamana kekuatan melambat seperti misalnya pergeseran, dapat dihilangkan, benda bergerak cenderung tetap bergerak tanpa batas.
Analisis Galileo mencapai resolusi akhir dari masalah gerak peluru. Dia juga memperlihatkan bagaimana komponen-komponen horisontal dan vertikal dari gerak peluru bergabung menghasilkan lintasan parabolik.
Galileo menganggap bahwa sebuah benda yang menggelinding ke bawah pada suatu bidang miring adalah dipercepat seragam yaitu, kecepatannya bertambah dengan besar yang sama dalam tiap interval waktu yang kecil. Dia kemudian menunjukkan bahwa asumsi ini dapat diuji dengan mengukur jarak yang dilalui, dari pada mencoba mengukur kecepatan secara langsung.
Label:
Mekanika klasik
tanggal
jam
pingbox
chat box
Kategori
- Alat (6)
- e-Journal (9)
- Mekanika klasik (13)
- OPTIK (3)
- Penemuan (5)
- Sejarah fisika (1)
- Tokoh Fisika Klasik (19)


