pengunjung
Pengikut
Pages
Diberdayakan oleh Blogger.
Arsip Blog
-
►
2012
(49)
- ► 25 Mar - 1 Apr (3)
- ► 18 Mar - 25 Mar (10)
- ► 11 Mar - 18 Mar (23)
- ► 4 Mar - 11 Mar (12)
- ► 26 Feb - 4 Mar (1)
Entri Populer
-
Pemantulan dan pembiasan berdasarkan teori Huygens Penurunan hukum pemantulan berdasarkan Prinsip Huygens Menurut pr...
-
METODE ILMIAH a. Perencanaan Percobaan Pada tahun 1803, Thomas Young mengajukan pertanyaan mengenai sifat dasar cahaya. Ia menggunakan ...
-
Konsep Gravitasi Saat Newton 1. Penemuan Konsep Hukum Gravitasi Newton Suatu Pagi di bawah langit yang cerah, Newton melihat ...
-
METODE ILMIAH Perencanaan Percobaan Percobaan ini dilakukan dengan menggunakan silinder (tabung) raksa ...
Rabu, 13 Maret 2013
Pemantulan dan pembiasan berdasarkan teori Huygens
Share
Pemantulan dan
pembiasan berdasarkan teori Huygens
Penurunan hukum
pemantulan berdasarkan Prinsip Huygens
Menurut prinsip Huygens
setiap titik ,pada suatu gelombang dapat dipandang sebagai suatu pusat
gelombang sekunder yang memancarkan gelombang baru ke segala arah dengan
kecepatan yang sama pada suatu rambat gelombang. Prinsip diatas jika
digunakan untuk menjelaskan hukum pemantulan cahaya ,dapat dijelaskan sebagai
berikut: Perhatikan gambar
dibawah ini.
![]() |
| Gambar 2.1.Tentang proses pemantulan cahaya. |
Jika medium 2 bersifat
reflektor gelombanmg yang dating ,ke batas medium R1dan R2 adalah sinar cahaya
yang dating sejajar keti,ka R1 sudah mencapai batas medium yakni titik A R2
baru sampai dittk B.Titik A merupakan sumber cahaya sekunder yang diatas dari
A‟ sudah mencapai titik B‟ ,maka sumber cahaya sekunder yang diatas dari A
sudah mencapai titik A‟ karena dicapai pada titik A‟ pada maktu yang sama yakni
waktu yang di tempuh AA‟ dan BB‟ selama t detik.
AA‟=BB‟=V1t.
Dapat dilihat dari
gambar bawah bahwa:
Pada ,pemantulan
gelombang dikenal sudut datang sama dengan sudut pantul. Sudut datang yakni sudut
yang dibentuk antara sinar datang dan garis normal i Sudut yang dibentuk
antara garis normal dan garis garis yang dipantulkan r.
Penurunan hukum
pembiasan berdasarkan prinsip Huygens.
Prinsip Huygens juga
dapat digunakan untuk menjelaskan hukum pembiasan,gelombang.jika gelombang
datang dari suatu medium ke medium lain yang dapat meneruskan gelombang .untuk
menjelaskan perstiwa pembiasan dapat dilihat pada gambar dibawah ini.
![]() |
| Gambar 2.2 peristiwa pembiasan gelombang cahaya |
Penjelasan dari peristiwa
bahwa pembasan gelombagng cahaya adalah sebagai berikut:
Pembasan adalah
peristiwa sebuah ,gelombagng yang datang dari suatu mediumke medium lain yang
berbeda.
Seperti dilihat pada
gambar R1 dan R2 adalah ,dua sinar sejajar ketika R1 mencapai batas me,dium
dititik A sinaar R2 mencapai titik B.Pada waktu I detik medium 1 gelombang
mencapai jarak AA‟=V2t
Hukm pembiasan
Perbandingan V1
terhadap V2 selalu konstan dan dapat didefinisikan sebagai suatu indeks bias
relative atau :
Indeks bias relative
antara dua medium dapat didefinisikan yaitu perbandingan kecepatan gelombang
cahaya dalam medium-medium tersebut.
N21 adalah
indeks bias untuk sinar cahaya datang dari medium 1 ke medium 2
Indeks bias absolut
Jika kecepatan cahaya
udara atau ruang hampa (c) digunakan sebagai acuan maka indeks bias suatu
medium atau indeks ,bias absolute suatu medium a,dalah „‟perbandingan anatara
kecepatan cahaya diudara atau vakum dan kecepatan cahaya dimedium tersebut „‟.
Persamaan no 7 dikenal
sebagai hokum snellius untuk pembiasan
Dari persamaan no 7
dpat terjadi beberapa kemungkinan hubungan antara dengan asumsi gelombang
datang dari medium 1 ke medium 2 sebagai berikut : 2 dan i
1. Bila v2<v1 atau n21>1
,atau n2>n1,akan diperoleh dengan kata kata sebagai
berikut:
Jika gelombang datang
dari medium renggang ke medium yang lebih padat maka akan dibiaskan mendekati garis normal .
2. Bila v2 > v1 atau n21>1 atau n21<n1
,akan diperoleh atau dengan kata – kata : jika gelombang datang dari medium
yang lebih renggang ke medium yang lebih padat maka gelombang akan dibiaskan
menjauhi garis normal. r i
3. Bila v2 > v1 atau
n2<n1
sudut datang θi sudut
bias sebesar 90 di sebut senagai sudut krisis
jika v2 >v1 atau
n2<n1 sudut datang lebih besar dari sudut kritis maka
akan terjadi refleksi
total.
Gambar 2.3 , yang
menyatakan kondisi diatas
1.sinar bias untuk n2>n1
![]() |
| Gambar 2.3. |
2. Sinar datang dari n1 ke
n2 dimana n1>n2
![]() |
Gambar 2.4. |
3. Untuk θ1>θ2 untuk
sinar datang dari n1ke n2 ,dimana n1>n2 & θ1 =fi/2
4. Untuk θ1>θ2 untuk
sinar datang dari n1 ke n2 & n1>n2 terjadi
refleksi total
![]() |
| Gambar 2.5 |
sumber: Diktat Kuliah Fisika Optik Fakultas Teknik Elektro Universitas Lalang Buana Bandung 2005
Label:
OPTIK
tanggal
jam
pingbox
chat box
Kategori
- Alat (6)
- e-Journal (9)
- Mekanika klasik (13)
- OPTIK (3)
- Penemuan (5)
- Sejarah fisika (1)
- Tokoh Fisika Klasik (19)












