Pilih bahasa

English French German Spain Italian
Russian Portuguese Japanese Korean Arabic

pengunjung

Pengikut

Diberdayakan oleh Blogger.

Entri Populer

Sabtu, 10 Maret 2012

Thales

Share
Thales dapat dikatakan bapak ahli filsafat Yunani. Thales sendiri tidak tinggal di negeri Yunani tetapi di kota Milletus. Tahun kelahirnya tidak diketahui pasti, tetapi banyak yang memperkirakan ia hidup antara 640-546 SM. Thales di perkirakan lahir tahun 624-625 SM. Dan Tahles meninggal : 547-546 SM. Thales lahir dan meninggal di kota kecil milletus
yang terletak di pantai barat Asia kecil, sebuah kota yang menjadi pusat perdagangan, kapal-kapal perdagangan dengan mudah berlayar ke Nil di Mesir, sedangkan Karavan melakukan perjalanan lewat darat menuju di Babylon. Penduduk Milletus suka melakukan kontak dagangan dengan kota-kota di yunani dan warga Phoenisia. Di kota ini juga merupakan tempat pertemuan [dunia] timur dan barat, dan tempat lahirnya thales.
Dalam hidupnya setiap hari ia melihat bagaimana laut menjadi sumber kehidupan bagi manusia. Dalam perjalanannya kemesir ia melihat bahwa kehidupan disana tergantung pada keadaan air sungai nil, karena inilah yang menyuburkan tanah di sekitarnya. Air laut dapat memusnahkan kehidupan. Oleh karena itu ia berpendapat bahwa sumber dari segala yang ada ini adalah air, tetapi juga akhir segala yang ada. Jadi dari air, kembali ke air.
Thales hidup dalam masa kerajaan yang saling serang untuk memperluas wilayahnya. Keahlian thales dalam bidang rekayasa diuji pada masa perang ini. Raja Croesus, yang mengagumi Thales, ingin menyerang negara tetangga dan para prajurit harus menyebrangi sungai halys.  Awalnya thales adalah seorang pedagang, profesi yang membuatnya sering melakukan perjalanan. Dalam suatu kesempatan berdagang ke mesir dan Babilonia(pada maka pemerintahan Nebukadnesar), dalam waktu senggangnya, thales mempelajari astronomi dan geometri. Hal ini dipicu ketertarikkannya bahwa dengan menggunakan ’alat-alat tersebut, mereka dapat memprediksikan gerhana setiap tahunnya.
Penemuannya yaitu ambar, apabila ambar di gosok, maka timbul sifat kemagnetan dan dapat menarik benda-benda kecil, peristiwa inilah yang sekarang dikenal dengan gejala listrik statis yaitu gejala tentang interaksi muatan listrik yang tidak bergerak atau tidak bergerak secara permanen. Selain itu Thales juga ragu-ragu mengenai bentuk bumi,ia mengemukakan bahwa bumi itu bentuknya silindris atau berbetuk cakram dengan air di bawahnya tempat dia merapung dan air di atasnya tempat hujan datang. Tidak ada catatan lebih jauh tentang prestasi Thales yang dapat disimak karena tidak ada bukti-bukti akurat. Bukti di coba di cari lewat catatan dari para muridnya seperti : Aristoteles dan Eudemus dari Rhodes (± 320 SM), yang kurun waktunya relatif terlalu lama. Catatan Eudemus menyebutkan bahwa Thales adalah orang yang mengubah geometri menjadi bentuk formal yang dapat dipelajari oleh semua orang karena mendasarkan diri pada prinsip-prinsip dan melakukan investigasi terhadap theorema-theorema sudut pandangan seorang intelektual. Thales berbicara tentang garis, lingkaran, dan bentuk-benuk lainnya dengan cara membayangkan (abstrak). Garis bukan hanya sesuatu yang dapat digurat dan dilihat diatas pasir, tapi merupakan objek yang terpeta pada imajinasi kita. Artinya secara abstrak bahwa suatu garis lurus atau lingkaran bulat berada dalam mental kita.
Aktivitas Thales lebih dikenal dari berbagai sumber terpisah, sebagai sumber terpisah, sebagai matematikawan terapan. Mengukur tinggi piramida dengan mengukur tinggi bayangan dengan menggunakan tongkat, memprediksi gerhana matahari, menentukan setahun adalah 360 hari (sudah dikenal lama oleh mesir) maupun jarak kapal di laut dengan lewat cara proporsi/memadankan bentuk segitiga adalah catatan ”kehebatan” Thales. Gerhana matahari disebutkannya akan terjadi pada tanggal 28 Mei atau 30 September pada tahun 699 SM. Catatan yang ada menyebutkan bahwa gerhana matahari terjadi setiap kurun waktu 18 tahun 11 hari. Ketepatan prediksi ini membuat namanya sangat terkenal dan diabadikan sebagai salah satu dari tujuh orang bijak (sage) yang terdapat pada hikayat Yunani.
Naluri pedagang yang ada pada dirinya, dimana diketahui Thales”memeras” buah zaitun (olive) untuk dijadikan minyak ketika panen melimpah dan akhirnya memberikan keuntungan berlimpah, menjadi pedagang garam sama seperti komentar tentang dirinya sebagai pengamat bintang, penentang hidup terlibat bahkan sebagainegarawan yang mempunyai visi jauh ke depan. Tulisan thales dalam bidang astronomi lebih dikenal daripada karyanya dalam bidang geometri.
Ketenangan ini membuat dirinya mempunyai banyak murid. Aniximander, anaximenes, Mamercus dan Mandryatus adalah nama dari beberapa muridnya, namun yang sangat terkenal adalah nama yang disebutkan pertama. Anaximander (611-545 SM), sukses menggantikan posisi thales di Milletus.

tanggal


jam

pingbox

chat box

About Me

Foto Saya
Palembang, Sumatra Selatan, Indonesia
Lihat profil lengkapku